Philadelphia, Penggunaan antibiotik yang tidak
terkontrol lagi-lagi menimbulkan akibat fatal. Tak cuma tubuh kebal
terhadap si antibiotik, tapi kelebihan antibiotik juga menimbulkan
infeksi Staphylococcus yang tidak bisa disembuhkan.
Infeksi tersebut dinamakan VRSA (vancomycin-resistant Staphylococcus aureus). Selama ini penyakit infeksi Staphylococcus yang paling berbahaya adalah MRSA.
Seorang
pasien dari Pennsylvania Hospital diketahui memiliki bentuk infeksi
yang jarang dari Staph akibat penggunaan antibiotik secara berlebihan.
Pasien
tersebut adalah seorang perempuan yang saat ini tengah menjalani
dialisis ginjal. Petugas rumah sakit mengungkapkan bahwa perempuan ini
tidak terinfeksi bakteri tersebut di rumah sakit milik University of
Pennsylvania.
Para ahli mengatakan kasus langka ini disebabkan
oleh penggunaan berlebihan antibiotik tingkat tinggi seperti vankomisin,
dokter sering menggunakan obat ini jika pasien sudah gagal menggunakan
obat lain.
Akibat penggunaan yang berlebihan, maka bakteri
menjadi kebal atau mampu bertahan dengan serangan vankomisin. Obat ini
biasanya digunakan untuk membantu melindungi pasien yang lemah atau
ginjalnya tidak berfungsi dari serangan infeksi bakteri.
"VRSA
tidak pernah ditularkan dari satu orang ke orang lain. Namun akibat
infeksi ini bisa memicu munculnya resistensi pada pasien untuk
mengembangkan dua infeksi yang lebih umum seperti MRSA dan resisten
bakteri yang dikenal sebagai vancomycin-resistant Enterococcus atau VRE," ujar Neil Fishman, seorang dokter ahli penyakit menular, seperti dikutip dari The Philadelphia Inquirer, Jumat (9/4/2010).
Fishman menambahkan gen resistensi vancomysin dari VRE ditransfer ke MRSA sehingga bisa memicu timbulnya infeksi VRSA.
"Dengan
melakukan cuci tangan bisa membatasi penyebaran berbagai macam infeksi.
Dengan melakukan tindakan yang tepat, kemungkinan penyebaran bakteri
VRSA ini tidak menyebar luas," ujar Dr Deena Athas dari Thomas Jefferson
University.
Semua bakteri VRSA memiliki gen vanA. Kebanyakan
pasien yang positif VRSA sebelumnya memiliki sejarah yang disebabkan
oleh infeksi MRSA dan VRE yang juga mengandung gen vanA.
Gen vanA
ini dipindahkan melalui plasmid (molekul DNA sirkuler di luar kromosom)
dari VRE ke strain MRSA. Gejala yang ditimbulkan hampir sama dengan
infeksi Staphylococcus aureus lainnya dan berkisar pada infeksi kulit ringan, sepsis dan infeksi organ dalam.
Hingga
kini belum ada daftar resmi antibiotik apa yang efektif untuk melawan
VRSA, jadi setiap antibiotik harus dilakukan uji kerentanan pada sampel
yang terinfeksi.
(ver/ir)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar